Sejarah Singkat

YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI

Yayasan Kemala Bhayangkari adalah sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk karena adanya rasa tanggung jawab, rasa senasib sepenanggungan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan di lingkungan Bhayangkari dan Polri.

Cikal bakal terbentuknya Yayasan Kemala Bhayangkari dilatar belakangi oleh adanya beberapa satuan Polri yang mengelola sekolah umum, dimana anggota Polri dan Bhayangkari ikut terlibat dalam proses belajar mengajar.
Dengan menyadari pengelolaan pendidikan umum harus dikelola dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka dibutuhkan sebuah yayasan.
Sejalan dengan semangat tersebut, kami mempunyai visi dan misi, membantu kegiatan Bhayangkari di bidang sosial, keagamaan, serta kemanusiaan, dalam mencerdaskan anak bangsa dan kesejahteraan keluarga besar Polri khususnya, serta masyarakat pada umumnya.

Yayasan Kemala Bhayangkari dibentuk atas prakarsa Ny. Widodo Budidarmo yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Bhayangkari periode 1975 – 1978.
Selanjutnya oleh Ketua Umum Bhayangkari periode 1978 – 1982 yaitu Ny. Poppy Awaluddin Djamin mendaftarkan akte pendirian ke notaris Ny. Hidajati Ananta Prajitno Nitisastro, S.H. pada tanggal 5 Mei 1980 dengan nama Yayasan Kemala Bhayangkari yang berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta. Sehingga setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai hari ulang tahun yayasan dan telah sah diakui secara hukum.

  • Ny. Widodo Budidarmo

  • Ny. Poppy Awaluddin Djamin

  • Ny. Widodo Budidarmo

  • Ny. Poppy Awaluddin Djamin

Ibu Widodo Budidarmo & Ibu Poppy Awaluddin Djamin

Dalam menjalankan aktivitas saat periode awal berdiri, yayasan sangat aktif dalam mengadakan kegiatan di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
Kemudian pada tanggal 5 April 1990, seiring perkembangan sosial dan jaman, telah diadakan perubahan anggaran dasar dengan menambah bidang usaha. Langkah penyesuaian ini dikuatkan dengan akte notaris Ny. Hidajati Ananta Prajitno Nitisastro, S.H. nomor 78 tanggal 29 Agustus 1990.
Dengan demikian Yayasan Kemala Bhayangkari semakin memperluas bidang usahanya dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan kesejahteraan keluarga besar Polri dan masyarakat umum.
Pada periode ini juga tepatnya 19 Juni 1990, Yayasan Kemala Bhayangkari mendirikan panti asuhan Wisma Bhara Tunas Bhakti yang berlokasi di Kedung Halang Bogor Jawa Barat, yang diresmikan oleh Jenderal Polisi Drs. M. Sanusi selaku Kapolri pada saat itu.

Jenderal Pol. Drs. M. Sanusi

Panti asuhan ini adalah kerja nyata dari Yayasan Kemala Bhayangkari periode tersebut dan membuktikan bahwa yayasan ini sangat peduli terhadap generasi penerus bangsa. Namun seiring berjalannya waktu, dikarenakan ketidaksesuaian dengan persyaratan pengelolaan panti asuhan yatim piatu, pada tanggal 13 Juli 2009 berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. Skep/334/VII/2009 panti asuhan ini ditutup.

Yayasan Kemala Bhayangkari melaksanakan penyempurnaan, perubahan struktur dan susunan pengurus, dengan mempedomani segala ketentuan dalam Undang-Undang RI No.16 Tahun 2001 yang disempurnakan dengan perubahan Undang-Undang RI No.28 Tahun 2004 tentang perubahan Undang-Undang RI No.16 Tahun 2001 tentang Yayasan.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Kemala Bhayangkari Nomor : skep/26/IX/2005, tanggal
30 September 2005 tentang perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Yayasan Kemala Bhayangkari, maka struktur organisasi Yayasan Kemala Bhayangkari terdiri dari :

  • Pembina
  • Pengurus
  • Pengawas

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Nomor SKEP/16/IV/2018 tentang pembentukan dan perubahan tingkat kepengurusan di lingkungan Yayasan Kemala Bhayangkari, dan setelah diadakan penyempurnaan, maka pada saat ini jumlah kepengurusan menjadi :

  • Tingkat Kepengurusan Gabungan Lemdiklat : 1
  • Tingkat Kepengurusan Cabang Berdiri Sendiri : 5
  • Tingkat Kepengurusan Daerah : 34
  • Tingkat Kepengurusan Cabang : 378
  • Pengelola Sekolah Kemala Bhayangkari : 41

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan dan disempurnakan dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 2004, Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari juga telah menindaklanjuti secara bertahap pembuatan salinan akta cabang berjumlah 629 sekolah, bekerjasama dengan notaris Putra Rimenga, S.H.

Yayasan Kemala Bhayangkari secara serentak bergerak maju menjalankan seluruh program yayasan yang telah direncanakan.
Seiring dengan bergulirnya waktu, sejak periode 1990 hingga saat ini, tidak dapat dipungkiri peran Ketua Umum Bhayangkari yang juga selaku Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari sangatlah penting.

Dalam usianya yang ke-41 pada tahun 2021 ini, Yayasan Kemala Bhayangkari telah dipimpin oleh 18 Ketua Umum yang pada tahun 2006 berganti istilah Ketua Pembina.

  • {{content-0}}

Mulai tahun 1997 istri Irwasum Polri menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari pada masanya, yaitu :

  • Ny. Betty Nana Permana
  • Ny. Yusie Nurdin
  • Ny. Kemala Achwil Luthan
  • Ny. Yun Mulyana
  • Ny. Wiwik Binarto

Namun pada tahun 2006 istilah Ketua Harian Yayasan Kemala Bhayangkari berganti menjadi Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari, disesuaikan dengan Undang-Undang yayasan.

Hingga saat ini Yayasan Kemala Bhayangkari telah memiliki 712 sekolah dengan siswa sebanyak 52.117, terdiri dari :

  • Tempat Penitipan Anak : 2
    Jumlah siswa : 89
  • Kelompok Bermain : 89
    Jumlah siswa : 1237
  • Taman Kanak-Kanak : 546
    Jumlah siswa : 32615
  • Sekolah Dasar : 25
    Jumlah siswa : 4826
  • Sekolah Menengah Pertama : 16
    Jumlah siswa : 4239
  • Sekolah Menengah Atas : 10
    Jumlah siswa : 5682
  • Sekolah Menengah Kejuruan : 3
    Jumlah siswa : 2272
  • Sekolah Luar Biasa : 4
    Jumlah siswa : 535
  • Taman Pendidikan Qur’an : 14
    Jumlah siswa : 418
  • Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah : 1
    Jumlah siswa : 143
  • Panti Sosial Penyandang Disabilitas : 2
    Jumlah siswa : 61

Untuk menunjang kualitas kegiatan belajar mengajar, tercatat sebanyak 4.447 tenaga pengajar tergabung di Sekolah Kemala Bhayangkari. Adapun tenaga pengajar tersebut terdiri dari :

  • Guru dinas pendidikan
  • Guru khusus
  • Guru departemen agama
  • Guru ASN Polri
  • Guru honor

Selain itu, sebanyak 794 staf dan karyawan juga tergabung di Sekolah Kemala Bhayangkari.

Hal ini menunjukan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari mempunyai komitmen yang sangat kuat dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.
Tidak hanya pada bidang pendidikan, Yayasan Kemala Bhayangkari juga melakukan perubahan penting lainnya.
Pada Rapat Kerja Lima Tahunan Yayasan Kemala Bhayangkari 3 – 4 November 2021 yang dilaksanakan secara daring, telah menghasilkan beberapa keputusan penting yaitu :

  1. Perubahan dalam pengelolaan organisasi atau yayasan yang kini banyak dilakukan secara digital.
  2. Perubahan dalam anggaran rumah tangga, yaitu :
    – Pada bab V pasal 19 tentang perubahan nama bidang agman menjadi bidang keagamaan dan bidang kemanusiaan tersendiri dalam bab V pasal 20.
    – Pada bab V pasal 16 pelaksana kegiatan tentang penghapusan kata seksi menjadi bidang di semua tingkat kepengurusan.
    – Pada bab V pasal 22 tentang adanya penambahan bidang baru yaitu bidang publikasi multimedia.
  3. Perubahan dan penambahan pada atribut seragam, yaitu :
    – Masker batik yang dapat digunakan pada masa pandemi/musibah.
    – Seragam olahraga dengan lambang Yayasan Kemala Bhayangkari di dada sebelah kiri, berikut dengan maskernya.
    – Selendang hitam polos yang dikenakan pada acara kedukaan.
    – Seragam blazer batik.

Hingga saat ini Yayasan Kemala Bhayangkari terus berperan aktif dengan menjalankan program-program bidang sosial, bidang keagamaan, bidang kemanusiaan, bidang umum, bidang publikasi multimedia, sekretaris, bendahara dan badan usaha.

Yayasan Kemala Bhayangkari semakin berkembang dan bergerak aktif menjalankan program kerja sejalan dengan visi misinya, melalui strategi kolaborasi pemanfaatan program Corporate Social Responsibility dari pihak ketiga. Oleh karenanya seluruh pembina, pengurus dan pengawas akan selalu bersinergi untuk mewujudkan cita-cita luhur Yayasan Kemala Bhayangkari dengan pengabdian tanpa pamrih untuk Indonesia tercinta ini.

Demikian sejarah singkat perkembangan Yayasan Kemala Bhayangkari sejak berdiri tanggal 5 Mei 1980 sampai pada hari ulang tahunnya yang ke-41 tahun 2021.

Jakarta, 5 Mei 2021
Ketua Pengurus

Ny. Winny Agung Budi Maryoto